Fell and Fell Again

Sabtu, 19 Maret 2011 § 0




Seketika hatiku bergetar
Setelah beberapa hari lalu
Ada lecutan listrik kecil
Mengalir dari ujung kakiku
Hingga ke kepalaku


Asma-asmaMu

Nama-nama baikMu

Diuraikan satu persatu


Sungguh rindu ku mendengarkannya

Dan tersadar, beberapa waktu lalu

Diriku terbangun berada dalam suatu kegelapan



Tak ada orang, tak ada sorotan

Tak tau kemana arah yang harus ku pilih

Mungkinkah aku terlalu jatuh tersesat dalam jalanMu?


Mungkinkah, aku kembali membiarkan terbukanya celah itu?

Membiarkan syaithon-syaithon memasuki qalbuku?

Yang menutupi cahaya kecilMu?

Belenggu-belenggu mereka, yang ingin menguasai hati ini?


Jika itu benar, tunjukanlah kembali jalan itu Ya Haadii,


Kemanakah orang-orang yang merangkulu dulu

Hingga ku mengerti dan mengenalMu lebih dekat?

Apakah saat ini Engkau inginkan aku untuk belajar meraihnya sendiri perlahan,

Dengan lepasnya rangkulan mereka?

Agarku dapat lebih memaknai itu?



Jika iya, berikalah kekuatan pada hambaMu yang lemah ini Ya Azziz


Sungguh aku merindukan dekat denganMu

Sungguh ku begitu takut, jika ku melupakanMu


Jangan butakan hati ini oleh hal-hal yang fana

Di dunia ini Ya Rahman

Perjelaslah harum dan indahnya SurgaMu kelak

Cukuplah segala apa yang dibumi ini

Hanya ada dalam genggaman tanganku

Dan cukuplah akhirat dalam hatiku



Semakin hari, diri ini semakin tersadar

Perjalananku di dunia ini tak lagi lama

Mungkin puluhan tahun lagi?

Ataukah belasan tahun lagi?

Atau.. Beberapa tahun lagi?

Beberapa bulan lagi?

Bahkan, mungkin.. Beberapa minggu?
Hari?? Jam?? Atau.... Detik lagi??




Diam ku merenungkan,

Apakah yang selama ini mampu aku persembahkan untukMu?

Sedangkan begitu banyak yang aku minta

Dan begitu banyak yang Engkau berikan untukku


Hinakah diri ini yang ketika senang aku lupa untuk bersyukur padaMu
Namun Engkau tetep memberikan nikmat hidup,
Sampai halnya... Nikmat oksigen yang kini kuhirup pun
Tak pernah Kau batasi banyaknya

Sungguh malu diri yang lemah ini,


Untuk menghadapMu pun terkadang

Aku suka menundanya

Dengan keinginan menyelesaikan urusan-urusan duniawiku

Memuaskan keinginan hati


Padahal sangatlah nyata Engkau pemilik dunia yang fana ini

Pemilik hati yang rapuh ini

Yang dengan mudah Engkau bolak balikkan


Ya Haqq, tunjukanlah kebenaran itu

Perjelaslah mata ini

Bahwa sesuatu yang kami lakukan ini

Suatu hari nanti akan dimintai pertanggung jawaban


Sungguh tampak jelas firmanMu

Yang Engkau tuliskan dalam surat-surat cintaMu


Lantas mengapa diri ini masih melakukan hal-hal yang aku sendiripun kadang bingung

Apa yang harus aku jelaskan, apa yang harus ku katakan kelak?

Karena, nampak jelas yang aku lakukan itu terkadang sia-sia dan tak bermanfaat


Begitu cintannya Engkau Ya Wahhab

Semua yang baik untuk kami

Telah Engkau uraikan dalam cintaMu

Yang membawaku dalam CintaMu dan jalanMu


Namun, sungguh lemahNya aku

Dengan mudah membiarkan syaithon

Mengepung otakku

Yang tak dapat mencerna isi suratMu dengan baik


Tampaklah jelas perintahMu untukku

Membantu sesamaku, menyayangi sesamaku, dan mengasihinya

Namun, masih saja diri ini bisu,

Diri ini terombang ambing

Ketika syaithon mengajak untuk tak melakukan hal itu



Ya Allah, apa yg aku lkukan selama ini?

Bukan itu yang sesungguhnya Rasul kami ajarkan

Dan bukan itu yang Engkau perintahkan pada kami


Biarlah kami kembali ke jalan lurusMu, Ya Rabb

Kuatkanlah kami dalam mengikuti jejak-jejak Rasul kami


Tringat prinsip yang ku tetaplan dulu

Yang hampir saja ku melupakan itu


Bukankah dulu aku selalu bilang pada diriku sendiri?

Bahwa

"Hidupku di dunia ini ibarat perjalanan

Perjalanan untuk mencari bekal?

Bekal untuk hidup yang kekal

Kekal dalam harumnya jannahNya"



Takkan ku biarkan aku menghabiskan bekal itu ditengah-tengah perjalannan ini


Ya 'Aliim, Engkaulah tahu apa yang ada di dalam dada ini

Sebuah keinginnan yang dtangnya cukup tiba-tiba

Jika Engkau juga meridhainya

Seperti yg kini orang tua ku ridhai padaku


Biarlah aku mencapainya,

Jika itu yg terbaik untukku

Biarlah aku mendedikasikan diriku untuk sesamaku

Sambil ku meraih surgaMu

Sambil ku mempelajari hal itu



Namun, jika memamng Engkau mempunyai sesuatu yang lbh baik dri itu,

Aku siap untuk ditukarkan yg lebih baik bagiMu untukku

Namun, biarlah cita dan keinginan itu

Tetap tumbuh dan tertanam di hatiku


Dalam waktu dekat ini,

Tujuan hdp itu yg terus memotivasiku

Dilandasi rasa cintaku padaMu dan untuk sesamaku

Dan juga untuk kedua orang tua ku


Jauhkanlah dari segala penyakit hati yang mungkin menggerogoti

Dari sifat hasad, riya', sombong, angkuh, iri, dengki, dan sifat-sifat yg dpt menghambatku, menujuMu

Kuatkanlah aku dalam setiap langkahku Ya Azziz


-seorang gadis yang masih kurang dalam ilmu, sedang belajar, berjalan meraih cita, dan menelusuri petualangan hidup ini, mencari ujung datangnya sinar kecil di ujung jalannya-

.ditemani instrument, River Flows in You.
12.03.11 ; 21:06

What's this?

You are currently reading Fell and Fell Again at ♡ My Life is My Adventure ♡.

meta